CSS Framework Terbaik Tahun 2017

Senin, 04 Desember 2017




Bagi kita yang hari-hari selalu bergelut dengan pemrograman website tentunya kehadiran Framework CSS sangat membantu kita untuk mempercepat proses desain halaman website.  Sebenarnya ada banyak sekali Framework CSS yang beredar diluar sana.

Di akhir tahun 2017 ini saya akan mencoba untuk membuat daftar Framework-framework CSS yang terbaik dan banyak digunakan pada tahun 2017 ini. Mungkin salah satu atau beberapa dari Framework yang akan saya sebutkan ini sudah ada yang biasa anda gunakan.

 

  1. Bulma

Bulma adalah Framework CSS yang cukup baru. Masih dalam pengembangan awal dan merilis versi pertamanta Bulma 1.0, CSS Bulma ini telah menjanjikan stylesheet yang ringan dan mudah digunakan. System Grid pada CSS Bulma dibangun dengan Flexbox, yang memungkinkan untuk melakukan sedikit gerakan lebih elegan dari pada grid standar Anda. Namun masalah ini tidak dapat berjalan dengan baik pada browser Internet Explorer manapun sebelum versi 10.0.

 

  1. Pure 

Pure adalah Framework CSS yang benar-benar minimal yang dapat bekerja dengan sangat baik untuk sebuah proyek baru yang hanya memerlukan struktur standar. Daya tarik CSS Pure adalah kesederhanaan dalam gaya dan ukuran totalnya. Pure mengklaim bahwa ukuran Framework mereka hanya 3,8kb pada saat dikompres. Untuk anda ketahui, ini adalah ukuran yang sangat kecil untuk sebuah Framework (Sebagai perbandingan; CSS Bootstrap berukuran 155kb saat dikompres). Hal ini membuat kita mendesai halaman website yang responsive dengan sangat mudah. Kelebihan lainnya adalah Pure tampil dengan normalisasi, yaitu akan sangat mudah di gabungkan dengan style css pribadi anda.

 

  1. Kube

CSS Kube ini sedikit lebih berat dari CSS Pure, tapi masih framework CSS yang sangat ringan, seperti Bulma dan Pure. Kube sendiri digambarkan sebagai titik awal untuk desainer website dan Pengembang website. Framework ini cukup ringan bila dilihat dari style yang dihasilkan, dan berfokus pada kemudahan proses pengembangan situs web Anda. Framework  ini juga berbasis pada Flexbox, sehingga memiliki banyak fungsi di luar Grid dalam hal tata letak, tapi sekali lagi, perhatikan kompatibilitas browser anda, karna browser versi lama tidakmendukung untuk CSS Kube ini.

 

 

  1. Materialize

Bibangun berdasarkan Desain Materi Google, Materialize adalah framework  yang jauh lebih cepat dan singkat dari pada yang lain. Karena Materialize didasarkan pada pola desain yang spesifik, Framework  ini memiliki beberapa pengaturan bagaimana elemen pada halaman web seharusnya terlihat. Dari drop shadow sampai bentuk-bentuk(Shape), CSS ini telah memberikan banyak gaya visual untuk website Anda, namun apabila anda ingin style anda lebih unik dan berbeda dari yang lain, mungkin sulit untuk dikerjakan pada CSS ini. Sejauh yang saya perhatikan bahwa banyak situs yang menggunakan  Materialize cenderung terlihat sangat mirip dan hampir sama. Namun website anda terlihat sangat profesional saat menggunakan CSS ini, dan akan menghemat waktu.

 

  1. Vuetify

Style visual yang sangat mirip dengan Materialize adalah Vuetify. Framework ini membutuhkan banyak kerja keras untuk merubah konsep Materialize dan menerapkannya agar mudah digunakan  pada framework JavaScript Vue.js. Jadi, ini adalah kasus untuk penggunaan yang spesifik, namun jika Anda pengembang Vue, CSS ini bisa mengurangi jumlah waktu yang Anda habiskan untuk menata elemen gaya dan memungkinkan Anda berfokus untuk membangun aplikasi web oh-so-dope tersebut.

 

  1. Bootstrap

 

Bootstrap tentunya bukan framework CSS yang paling keren maupun ringan, tapi yang paling populer. Bootstrap adalah salah satu nama tertua dalam Framework CSS dan tidak menunjukkan tanda-tanda melemah dalam waktu dekat. Proyek menjadikan framework yang lebih ringan sudah pasti telah dimulai, namun Bootstrap tetap digunakan hampir di seluruh web. Mungkin karena sifatnya yang mudah digunakan dan banyak programer yang tahu cara menggunakannya.

 

Kita bisa mengambil kesimpulan bahwa pada saat ini jika seseorang adalah pengembang front end, biasanya memiliki sedikit-banyak pemahaman tentang Bootstrap.

CSS ini juga telah dibangun dengan desain responsif sejak diluncurkan. Bootstrap sangat berat dalam hal waktu muat(Load) jika Anda menyertakan semua fitur-fitur standarnya.

 

Dan untuk saat ini bagi saya Bootstrap sangat membantu dalam penyelesain proyek-proyek web saya. Dan bagi anda yang ingin mempelajari tentang Bootstrap dapat melihat tutorial Bootstrap saya DISINI.

 

Sekian daftar CSS Populer tahun 2017, akhir kata saya ucapkan selamat mendesain Website. coolsmilecool